Menyempitkan Vagina

Penyebab:
Bagi kaum Ibu yang baru melahirkan biasanya mengalami pembesaran / pelebaran pada vaginanya. Meski demikian ramuan ini juga dapat digunakan oleh semua wanita yang telah berumah tangga atau telah melakukan hubungan seks yang mengakibatkan pembesaran / pelebaran pada vagina

Bahan Obat:
– Ramuan Bagian Luar
Kulit pinang yang masih muda
Daun sirih yang uratnya bertemu (temu rose) 13 lembar
Gambir Palembang 3 butir
Kapur putih

========================================

– Ramuan untuk diminum
3 sendok makan beras
10 jari kencur
kunir dipotong kecil
125 gram gula jawa
1 sendok makan asam Jawa
garam 1/2 sendok makan
1 buah jeruk nipis
daun pandan 2 helai

Pengolahan:

– Ramuan Bagian Luar:
Kulit pinang direndam dalam air bersih, kemudian daun sirih ditumbuk halus.
Setelah itu Gambir juga ditumbuk halus, lalu kapur putih diayak.
Campurkan semua bahan tadi pada rendaman kulit pinang.
Setelah 1/2 jam dan campurannya sudah mengendap didasar air, ambil airnya dan pergunakan untuk membasuh vagina sehari 5 kali.

========================================

– Ramuan untuk diminum:
Rendam 3 sendok makan beras selama ± 3 jam.
Kencur, kunir, jahe, gula jawa, daun pandan, asam jawa, direbus dengan 3 gelas air / 750 ml hingga mendidih, lalu air rebusannya disaring.
Kencur, jahe, kunir (setelah direbus) dan beras (setelah direndam) digiling hingga halus.
Hasil gilingan tadi dicampur dengan air rebusan, lalu disaring.
Jeruk nipis diperas dan ditambahi garam lalu campurkan kedalam air rebusan yang telah disaring tadi.

Jika ingin terasa manis dapat ditambahkan gula atau madu secukupnya.
Baik untuk diminum 3 kali sehari (Pagi, Siang, Malam)

Categories: obat tradisional

obat tradisional agar buah dada montok

Penyebab:
Buah dada mengendur banyak penyebabnya, diantaranya karena setelah melahirkan, faktor usia, keseimbangan timbunan lemak, dan lainnya. Hampir semua kaum wanita pasti menginginkan payudara yang montok karena akan dianggap menarik. Simak ramuan tradisional berikut agar payudara anda tambah montok.

Bahan Ramuan Untuk Diminum:
– Segelas susu murni
– Jahe

Pengolahan:
– Panggang jahe didalam oven, kemudian hancurkan hingga gepeng.
– Campur jahe tadi dengan segelas susu murni, dan biarkan selama 1 jam
– Minumlah susu tadi setiap malam.

Bahan Ramuan Untuk Dibalurkan:
– Pisang muda 2 buah
– Daun Lenjuhang
– Daging (buah) pinang
– Garam secukupnya
– Setengah gelas air (±125 ml)

Pengolahan:
– Pisang muda dibuang kulitnya kemudian ditumbuk hingga halus.
– Daging buah pinang juga ditumbuk halus
– Campurkan Pisang muda, daging pinang, garam serta daun lenjuhang kedalam air,
– Lalu aduk hingga rata, setelah itu oleskan dibagian payudara.
– Jangan sampai terkena puting.
– Lakukan ini setiap 3 hari sekali, semoga payudara anda bertambah montok.

Categories: obat tradisional

Obat Tradisional Ambeyen

Gejala:
Bagian pantat terasa nyeri. Jika buang air besar biasanya mengeluarkan darah.

Penyebab:
Pekerja kantoran yang terlalu lama duduk di bangku/kursi kerja.
Profesi lainnya yang mengharuskan posisi duduk dalam waktu lama
Kuli panggul, kuli bangunan yang kerap mengangkat beban berat.

Bahan Obat:
– Beberapa lembar daun jambu yang masih muda (pucuk)
– Biji pisang klutuk

Pengolahan:
Daun jambu muda dan biji pisang klutuk dicuci bersih.
Pisang klutuk tidak usah dikupas, langsung diparut dan dicampur dengan daun jambu.
Kedua bahan tadi lalu ditumbuk hingga halus.
Setelah itu peras hasil tumbukan tadi hingga mengeluarkan air.
Air hasil perasan tersebut diminum hingga 8 hari sesudah rasa sakit hilang.

Categories: obat tradisional

Obat Tradisional Sakit Maag

Gejala:
Perut terasa perih dan mual akibat terlambat makan

Penyebab:
Pola makan tidak teratur.
Gangguan pencernaan / lambung

Bahan Obat:
Kacang hijau 1/4 kg

Pengolahan:
Kacang hijau dicuci bersih, kemudian dijemur / keringkan.
Setelah itu digoreng tanpa menggunakan minyak / sangrai hingga terlihat matang.
Setelah matang angkat dan tumbuk hingga halus.
Hasil tumbukan / bubuk kacang hijau tadi yang digunakan sebagai ramuan.
Setiap hari gunakan satu sendok makan bubuk kacang hijau tadi dicampur air putih segelas. Minum hingga sakit berangsur hilang /sembuh.

Categories: obat tradisional

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

April 20, 2011 Leave a comment

Definisi

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversibel. Hambatan
aliran udara ini bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi paru
terhadap partikel atau gas yang beracun atau berbahaya.
Bronkitis kronik dan emfisema tidak dimasukkan definisi PPOK karena bronkitis
kronik merupakan diagnosis klinis sedangkan emfisema merupakan diagnosis
patologi.
Dalam menilai gambaran klinis pada PPOK harus memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
a. Onset (awal terjadinya penyakit) biasanya pada usia pertengahan,
b. Perkembangan gejala bersifat progresif lambat
c. Riwayat pajanan, seperti merokok, polusi udara (di dalam ruangan, luar ruangan
dan tempat kerja)
d. Sesak pada saat melakukan aktivitas
e. Hambatan aliran udara umumnya ireversibel (tidak bisa kembali normal).
Diagnosis dan Klasifikasi (Derajat) PPOK
Dalam mendiagnosis PPOK dimulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang (foto toraks, spirometri dan lain-lain). Diagnosis berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan foto toraks dapat menentukan PPOK Klinis.
Apabila dilanjutkan dengan pemeriksaan spirometri akan dapat menentukan
diagnosis PPOK sesuai derajat (PPOK ringan, sedang dan berat)
a. Diagnosis PPOK Klinis ditegakkan apabila:
1. Anamnesis:
a. Ada faktor risiko
– Usia (pertengahan)
– Riwayat pajanan
§ Asap rokok
§ Polusi udara
§ Polusi tempat kerja

b. Gejala:
Gejala PPOK terutama berkaitan dengan respirasi. Keluhan respirasi
ini harus diperiksa dengan teliti karena seringkali dianggap sebagai
gejala yang biasa terjadi pada proses penuaan.
– Batuk kronik
Batuk kronik adalah batuk hilang timbul selama 3 bulan yang tidak
hilang dengan pengobatan yang diberikan
– Berdahak kronik
Kadang kadang pasien menyatakan hanya berdahak terus menerus
tanpa disertai batuk
– Sesak nafas, terutama pada saat melakukan aktivitas
Seringkali pasien sudah mengalami adaptasi dengan sesak nafas
yang bersifat progressif lambat sehingga sesak ini tidak dikeluhkan.
Anamnesis harus dilakukan dengan teliti, gunakan ukuran sesak
napas sesuai skala sesak (Tabel 1).
Tabel 1. Skala Sesak
Skala sesak dan Keluhan sesak berkaitan dengan aktivitas
skala 0 adalah     Tidak ada sesak kecuali dengan aktivitas berat
skala 1  adalah     Sesak mulai timbul bila berjalan cepat atau naik tangga satu tingkat
skala 2  adalah     Berjalan lebih lambat karena merasa sesak
skala 3  adalah     Sesak timbul bila berjalan 100 m atau setelah
beberapa menit
skala 4  adalah     Sesak bila mandi atau berpakaian
2. Pemeriksaan fisik:
Pada pemeriksaan fisik seringkali tidak ditemukan kelainan yang jelas
terutama auskultasi pada PPOK ringan, karena sudah mulai terdapat
hiperinflasi alveoli. Sedangkan pada PPOK derajat sedang dan PPOK
derajad berat seringkali terlihat perubahan cara bernapas atau perubahan
bentuk anatomi toraks.

Secara umum pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan hal-hal sebagai
berikut:
Inspeksi
– Bentuk dada: barrel chest (dada seperti tong)
– Terdapat cara bernapas purse lips breathing (seperti orang meniup)
– Terlihat penggunaan dan hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas
– Pelebaran sela iga
Perkusi
– Hipersonor
Auskultasi
– Fremitus melemah,
– Suara nafas vesikuler melemah atau normal
– Ekspirasi memanjang
– Mengi (biasanya timbul pada eksaserbasi)
– Ronki
3. Pemeriksaan penunjang:
Pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada diagnosis PPOK antara
lain :
– Radiologi (foto toraks)
– Spirometri
– Laboratorium darah rutin (timbulnya polisitemia menunjukkan telah
terjadi hipoksia kronik)
– Analisa gas darah
– Mikrobiologi sputum (diperlukan untuk pemilihan antibiotik bila terjadi
eksaserbasi)
Meskipun kadang-kadang hasil pemeriksaan radiologis masih normal pada
PPOK ringan tetapi pemeriksaan radiologis ini berfungsi juga untuk
menyingkirkan diagnosis penyakit paru lainnya atau menyingkirkan
diagnosis banding dari keluhan pasien.
Hasil pemeriksaan radiologis dapat berupa kelainan :
– Paru hiperinflasi atau hiperlusen
– Diafragma mendatar
– Corakan bronkovaskuler meningkat
– Bulla
– Jantung pendulum

Dinyatakan PPOK (secara klinis) apabila sekurang-kurangnya pada anamnesis
ditemukan adanya riwayat pajanan faktor risiko disertai batuk kronik dan
berdahak dengan sesak nafas terutama pada saat melakukan aktivitas pada
seseorang yang berusia pertengahan atau yang lebih tua.
Catatan:
Untuk penegakkan diagnosis PPOK perlu disingkirkan kemungkinan adanya
asma bronkial, gagal jantung kongestif, TB Paru dan sindrome obstruktif
pasca TB Paru. Penegakkan diagnosis PPOK secara klinis dilaksanakan di
puskesmas atau rumah sakit tanpa fasilitas spirometri. Sedangkan penegakan
diagnosis dan penentuan klasifikasi (derajat) PPOK sesuai dengan ketentuan
Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI) / Gold tahun 2005, dilaksanakan
di rumah sakit / fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki spirometri.
b. Penentuan klasifikasi (derajat) PPOK
Penentuan klasifikasi (derajat) PPOK sesuai dengan ketentuan
Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI) / Gold tahun 2005 sebagai
berikut :
1. PPOK Ringan
Gejala klinis:
– Dengan atau tanpa batuk
– Dengan atau tanpa produksi sputum.
– Sesak napas derajat sesak 0 sampai derajat sesak 1
Spirometri:
– VEP1 • 80% prediksi (normal spirometri) atau
– VEP1 / KVP < 70%
2. PPOK Sedang
Gejala klinis:
– Dengan atau tanpa batuk
– Dengan atau tanpa produksi sputum.
– Sesak napas : derajat sesak 2 (sesak timbul pada saat aktivitas).
Spirometri:
– VEP1 / KVP < 70% atau
– 50% < VEP1 < 80% prediksi.

3. PPOK Berat
Gejala klinis:
– Sesak napas derajat sesak 3 dan 4 dengan gagal napas kronik.
– Eksaserbasi lebih sering terjadi
– Disertai komplikasi kor pulmonale atau gagal jantung kanan.
Spirometri:
– VEP1 / KVP < 70%,
– VEP1 < 30% prediksi atau
– VEP1 > 30% dengan gagal napas kronik
Gagal napas kronik pada PPOK ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan analisa
gas darah, dengan kriteria:
– Hipoksemia dengan normokapnia atau
– Hipoksemia dengan hiperkapnia
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan PPOK dibedakan atas tatalaksana kronik dan tatalaksana
eksaserbasi, masing masing sesuai dengan klasifikasi (derajat) beratnya (Lihat
Buku Penemuan dan Tatalaksana PPOK)
Secara umum tata laksana PPOK adalah sebagai berikut:
1. Pemberian obat obatan
a. Bronkodilator
Dianjurkan penggunaan dalam bentuk inhalasi kecuali pada eksaserbasi
digunakan oral atau sistemik
b. Anti inflamasi
Pilihan utama bentuk metilprednisolon atau prednison. Untuk penggunaan
jangka panjang pada PPOK stabil hanya bila uji steroid positif. Pada
eksaserbasi dapat digunakan dalam bentuk oral atau sistemik
c. Antibiotik
Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang untuk pencegahan eksaserbasi.
Pilihan antibiotik pada eksaserbasi disesuaikan dengan pola kuman setempat.
d. Mukolitik
Tidak diberikan secara rutin. Hanya digunakan sebagai pengobatan
simtomatik bila tedapat dahak yang lengket dan kental.
e. Antitusif
Diberikan hanya bila terdapat batuk yang sangat mengganggu. Penggunaan
secara rutin merupakan kontraindikasi

2. Pengobatan penunjang
a. Rehabilitasi
b. Edukasi
c. Berhenti merokok
d. Latihan fisik dan respirasi
e. Nutrisi
3. Terapi oksigen
Harus berdasarkan analisa gas darah baik pada penggunaan jangka panjang
atau pada eksaserbasi. Pemberian yang tidak berhati hati dapat menyebabkan
hiperkapnia dan memperburuk keadaan. Penggunaan jangka panjang pada
PPOK stabil derajat berat dapat memperbaiki kualitas hidup
4. Ventilasi mekanik
Ventilasi mekanik invasif digunakan di ICU pada eksaserbasi berat. Ventilasi
mekanik noninvasif digunakan di ruang rawat atau di rumah sebagai perawatan
lanjutan setelah eksaserbasi pada PPOK berat
5. Operasi paru
Dilakukan bulektomi bila terdapat bulla yang besar atau transplantasi paru
(masih dalam proses penelitian di negara maju)
6. Vaksinasi influensa
Untuk mengurangi timbulnya eksaserbasi pada PPOK stabil. Vaksinasi influensa
diberikan pada:
a. Usia di atas 60 tahun
b. PPOK sedang dan berat

Categories: penyakit mematikan

Kanker Payudara

April 20, 2011 Leave a comment

Terima kasih sudah mengunjungi blog’ku.
Dari waktu ke waktu, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia terus bertambah. Yang mengkhawatirkan, beberapa tahun terakhir pasien kanker payudara mulai menyerang kalangan muda.

Mitos yang mengatakan kalau kanker payudara kerap menyerang perempuan yang sudah berusia di atas 30 tahun, sepertinya terpatahkan. Pasalnya, kini usia penderita kanker payudara semakin bergeser ke perempuan yang berusia muda alias anak baru gede (ABG).

KANKER PAYUDARA PADA LAKI-LAKI

kanker payudara:

kanker payudara:

Data yang dihimpun Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta menyebutkan banyak penderita kanker payudara pada usia relatif muda. Bahkan, tidak sedikit remaja putri usia empat belas tahun menderita tumor di payudara. Hal ini tentu saja menyedihkan dan meresahkan.

”Terakhir saya tangani itu usianya masih 15 tahun. Itulah kenyataan problem yang kita alami,” kata Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Dr Sutjipto SpB(K) Onk saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama kemitraan dengan Ristra Group di House of Ristra, Radio Dalam, Jakarta.

Sutjipto mengungkapkan, dahulu saat dirinya masih baru menjalani profesi dokter, kira-kira 40 tahun yang lalu, penderita kanker payudara masih didominasi wanita usia di atas 35 tahun. Makin bertambah tahun, usia penderita malah terus menurun.

”Mulai lima tahun terakhir, kasus di bawah 25 tahun makin bertambah,” ujarnya.

Kenyataan ini, terang dia, memang belum diketahui penyebab pastinya karena penyakit kanker berhubungan dengan multifaktor.

Tetapi yang terpenting sekali, tegas Sutjipto, adalah terkait gaya hidup (lifestyle) seseorang, terutama mengonsumsi makanan tidak sehat (junk food), merokok, alkohol atau bisa juga karena telat menikah.

”Saat ini banyak wanita yang lebih mementingkan karier sehingga telat menikah. Itu juga jadi faktor risiko karena mereka bisa jadi melahirkan anak di usia 35 tahun ke atas,” tutur Sutjipto yang juga ahli kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta ini.

KANKER PAYUDARA PADA PEREMPUAN
kanker payudara:

Spoiler for kanker payudara:

kanker payudara:

Sutjipto mengemukakan, makin tingginya angka penderita kanker payudara di Indonesia juga disebabkan masih rendahnya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara breast screening atau biasa disebut alat mamografi.

”Di sini lebih kenal cek pap smear untuk mencegah kanker serviks dibanding amografi,” tandasnya.

Di negara lain, kata dia, upaya deteksi dini sudah menjadi program nasional. Di Jepang misalnya, ketika penduduk wanita telah berusia 40 tahun, dia otomatis mendapatkan voucher dari pemerintah untuk menjalankan mamografi di rumah sakit. Sementara kebanyakan negara di Eropa, perusahaan asuransinya telah mencakup checkup rutin mamografi dalam klaim kesehatannya.

”Gejala kanker payudara itu tidak ada. Sekitar 60% pasien kanker payudara di Indonesia baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut. Nah, apabila deteksi dini dilakukan, tentunya dapat mencegah penyakitnya semakin parah,” jelas Sutjipto.

Terkait jumlah penderitanya di Indonesia, terang Sutjipto, sampai saat ini tidak diketahui pasti. Yang ada, hanya data per rumah sakit. Di RS Kanker Dharmais Jakarta misalnya, rata-rata setiap bulan datang sekitar 30–50 pasien baru. Dibandingkan di dunia, memang peningkatan jumlah penderita di Tanah Air hampir sama.

Namun yang menjadi perhatian di Indonesia dan di negara berkembang lainnya, ketahanan hidup (survival rate) mereka tergolong rendah karena baru menerima tindakan medis saat sudah dalam stadium lanjut.

”Kalau di negara maju masih stadium dini sudah ditangani, sehingga survival rate-nya jauh lebih baik,” terangnya.

Karena itu, Sutjipto mengharapkan pemerintah lebih memperhatikan permasalahan ini. Tidak hanya pemerintah, dia juga mengimbau kalangan swasta serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli soal ini untuk bergerak bersama menuntaskan persoalan ini.

Termasuk Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta yang telah lama berkiprah untuk menyebarluaskan dan melakukan penyuluhan kepada seluruh wanita-wanita Indonesia khususnya warga Jakarta untuk selalu berhati-hati dan melakukan deteksi dini rutin kanker payudara.

”Meskipun tidak merasakan gejala apa pun, tes mamografi itu wajib bagi wanita yang berusia di atas 35 tahun. Kita sendiri di Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta telah memiliki mobil unit mamografi. Sehingga yang mau check-up payudara, tidak perlu ke rumah sakit lagi,” imbuh Sutjipto.

Pendiri House of Ristra Dr Retno Iswari Tranggono SpKK mengatakan, pihaknya terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mengedukasi kepada masyarakat luas terkait persoalan kesehatan para wanita, khususnya kanker payudara, mengingat masalah kanker sudah menjadi momok menakutkan yang mesti ditangani dengan baik.

Hubungan dengan kesehatan kulit, tutur Retno, karena lingkungan alam kita adalah salah satu pemicu timbulnya kanker, di antaranya sinar matahari yang terlampau menyengat, serta udara kotor dari lingkungan tidak sehat.

Dan jika partikel tersebut masuk ke dalam kulit, tentunya akan menimbulkan reaksi negatif dalam sel di dalam tubuh, yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit kanker. Itulah, lanjut dia, pentingnya produk-produk dari Ristra untuk melindungi kulit saat aktivitas setiap hari di luar rumah.

”Produk-produk kosmetik yang kita hasilkan di Ristra berdasarkan konsep kesehatan medik. Untuk penderita kanker payudara, kita juga punya produk post therapy. Misalnya produk untuk kerontokan rambut dan kulit terbakar akibat kemoterapi yang sudah terbukti secara klinis,” terangnya.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA) Linda Amalia Sari Gumelar sebagai pendiri Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta, meminta perempuan harus secara rutin cek mamografi agar kemungkinan menderita kanker payudara dapat dideteksi secara dini, terutama di daerah-daerah pelosok yang pelayanan kesehatannya masih terbatas.

”Perhatian dari pemerintah sendiri akan kita tingkatkan. Namun, yang paling penting adalah partisipasi masyarakat dan pihak swasta untuk terus menyosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Juga bisa melakukan kegiatan Sadari (periksa payudara sendiri) di rumah,” tuturnya.

Categories: penyakit mematikan

Penyakit kanker Paru-Paru

April 20, 2011 Leave a comment
 Pengertian Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
 Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.
 Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari: Karsinoma sel skuamosa, Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum, Karsinoma sel besar, dan Adenokarsinoma.
 Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
2. Hamartoma kondromatous (jinak)
3. Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

Penyebab

-Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. Selain merokok atau menghirup asap rokok dan sejarah keluarga mengenai kanker paru-paru meningkat merupakan resiko dari masing-masing individu untuk terkena kanker paru-paru.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Kadang kanker paru-paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Gejala
Kira-kira 25% dari penderita kanker paru-paru melaporkan tidak ada tanda-tanda saat melakukan diagnosis. Oleh karena itu, kanker paru-paru merupakan silent killer. Beberapa gejala-gejala kanker paru seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, batuk bermuntahkan darah, sakit dada, mendesah, demam dan kehilangan berat badan. Biasanya gejala-gejala tersebut baru akan timbul ketika kanker sudah menginjak stadium akhir. Artinya perokok tidak akan sadar bahwa dirinya terkena kanker sejak usia muda.
Masa laten kanker ini adalah 20-25 tahun. Jadi apabila anda sudah merokok pada usia 15 tahun maka pada usia 35/40 tahun, kanker paru-paru kemungkinan besar akan anda derita. Diagnosa kanker paru-paru dibuat berdasarkan jenis tipe sel, menemukan x-ray dan tanda-tanda. Level kanker berdasarkan penyebaran ke rongga dada dan bagian tubuh lainnya.
Pencegahan
Agar terhindar dari kanker paru-paru, maka sebaiknya :
1. Tidak merokok atau berhenti meroko
2. Menghindari menghirup asap rokok berkepanjangan
3. Melakukan diet yang kaya akan sayur dan buah-buahan
4. Membatasi penyebaran kemungkinan carcinogens dalam lingkungan seperti gas radon
Khusus perokok berat anda harus 100% berhenti merokok. Ada yang melalui konsumsi permen setiap hari sebagai pengganti hisap rokok. Tapi nyatanya, ini merupakan sesuatu yang mustahil dan sangat berat bagi mereka yang sudah diperdaya oleh rokok. Tetapi, ada satu solusi lagi yang dapat digunakan yaitu dengan mengkonsumsi ANTIOKSIDAN.
AntiOksidan (AO) adalah senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dengan jalan melindungi sel-sel tubuh khususnya paru-paru terhadap serangan radikal bebas. Tetapi ini adalah jalan terakhir dan tidak 100% dapat menghambat atau mencegah anda terkena kanker paru melainkan mengurangi resiko anda terkena kanker.
Apa saja antioksidan yang dapat digunakan?
1. Vitamin A, C dan E. Dapat dikonsumsi dalam bentuk food suplement. Mekanisme kerjanya yaitu dengan jalan melindungi paru-paru terhadap oksidasi dan kerusakan oleh FR.
2. Kedelai dan produk-produknya (Tahu,tempe, oncom) mengandung senyawa Genistein yang merupakan antioksidan dan antitumor kuat, serta dapat menstimulasi sistem imun. Mekanisme kerjanya yaitu menstimulasi pulihnya sel-sel tumor menjadi sel normal khususnya pada kanker paru.Terdapat pula pada tauge.
3. Teh Hijau. Kandunagn bioflavonoid Epi-Gallo Catechin Gallat (EGCG) merupakan antioksidan terkuat yang aktivitasnya 10 kali lebih kuat dari vitamin C. (cth : Vipro-G)
4. Kurkumin Merupakan zat warna kuning yang terdapat dalam kunyit dan temulawak juga memiliki sifat antioksidan. Disamping itu,kurkumin dapat membantu lever dalam menetralkan racun-racun yang terdapat dalam asap rokok.
5. Asam laurat yang merupakan asam lemak jenuh rantai sedang dan terdapat hanya dalam Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil). Merupakan antioksidan dan bersifat menstimulasi sistem pertahanan tubuh untuk menbuang sel-sel kanker.
6. Quersetin. Terdapat pada sayuran hijau, apel, bawang daun, brokoli, dan kacang panjang.
7. Lycopen. Terdapat pada pepaya, semangka merah, anggur, dan tomat.
Perawatan
Pengobatan kanker paru-paru yang paling banyak dilakukan adalah operasi, kemoterapi dan radiasi. Untuk menerima pengobatan kanker paru-paru yang tepat akan tergantung dari beberapa faktor. Meliputi tipe kanker, tingkatannya atau perluasan dari penyebaran pada saat dilakukan diagnosis, dan keseluruhan kesehatan dari pasien tersebut.
Sel kanker paru-paru non-small, yang diperkirakan 80% dari kasus kanker paru-paru, merupakan pengobatan yang tergantung dari tahap ketika dilakukan diagnosis. Operasi paru-paru merupakan pengobatan utama pada tahap awal dari kanker paru-paru. Pasien yang tidak dapat melakukan operasi dapat berahli ke radiotherapy. Sementara tingkat penyembuhan kanker paru-paru masih tahap awal sangat bagus, namun sangat jarang terdeteksi pada tahap awal. Sel kanker akan menyebar ke daerah hati, itu harus dilakukan operasi kombinasi, chemotherapi dan radiotherapy. Ketika kanker sudah menyebar ke daerah bagian lain, chemotherapy dan radiotherapy menggantikan operasi sebagai pilihan pengotabatan utama. Sejumlah obat sudah ada, dan kebanyakan sudah dites di klinik. Radiotherapy merupakan palliative, dan sementara dapat menimbulkan gejala sakit dan batuk, tidak akan menghentikan pertumbuhan kanker. Jika kanker menghalangi aliran udara utama, gunakan laser, bekukan tumor atau tetap membuka aliran udara dengan sebuah stent atau tabung dapat mengangkat penghalang tersebut.
Sel kanker paru-paru kecil, yang ditemukan 20% dari pasien penderita kanker paru-paru, lebih agresif dan lebih cepat menyebar ketika di diagnosis. Oleh karena itu, pengobatan utama adalah chemotherapy. Radiotherapy terhadapat hati juga bisa digunakan untuk membuntuh sel kanker yang masih tertinggal. Tipe kanker ini cenderung menyebar ke otak. Jadi mengapa radiotherapy untuk otak dapat digunakan prophylactic meskipun tidak ada kanker terdeteksi di otak.
Categories: penyakit mematikan